Obat herbal HIV AIDS AMPUH



Obat Herbal penyakit HIV Aids.Xamthone plus adalah obat herbal tanpa efek samping yang berasal dari tumbuhan manggis yang yang banyak manfaatnya dan juga berkhasiat untuk mengobati/menyembuhkan penyakit HIV AIDS. simak artikel kisah nyata tentang informasi solusi cara pengobatan / penyembuhan secara alami gejala penyakit HIV AIDS dengan obat herbal XAMthone plus.

Salah satu penyakit akibat virus yang ditakuti banyak orang karena belum temukan obatnya adalah

HIV

. Merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.Mangostin xanthones yang terkandung dalam kulit manggis telah dibuktikan mampu menghambat sirkulasi replikasi virus

HIV (Vlietinck,1998).

Hasil penelitian Vlietinck (1998) memperkuat penelitian sebelumnya yang dilakukan di Cina yang juga menyimpulkan bahwa ekstrak kulit manggis menunjukan potensi dalam menghambat HIV-1 protease yang mempengaruhi replikasi HIV (Chen et al., 1996).Tampak mekanisme kerja xanthones berbeda dengan obat antiretroviral (ARV).

Selain penyakit HIV, hasil penelitian lgnatushchenko et al.(1999) menyimpulkan bahwa xanthone mempunyai potensi tinggi dalam aktivitas antimalaria yang dilakukan pada hewan percobaan.Meski belum diuji klinis, xanthones secara empiris terbukti mampu menyembuhkan beberapa penderita malaria kronik.

MANGOSTIN PADA KULIT MANGGIS MAMPU MENGHAMBAT SIKLUS REPLIKASI VIRUS HIV. XANTHONES JUGA BERPOTENSI TINGGI SEBAGAI ANTI MALARIA.

dikutif dari buku Dahyatnya manggis untuk menumpas penyakit, Karangan DR.Ir. Raffi Paramawati, Msi

SOLUSI PENGOBATAN 

Di Indonesia saat ini sudah ditemukan obat herbal ajaib yang mampu melawan penyakit

HIV/AIDS

  secara berkala. XAMthone plus namanya, diproduksi dari keseluruhan buah manggis, artinya bukan saja daging buahnya tetapi seluruh kulitnya. Dengan menggunakan mesin berteknologi tinggi zat XANTHONES yang ada dalam kulit buah manggis diproduksi.XANTHONES merupakan zat dalam kulit buah manggis yang memiliki zat antioksidan tinggi.Seorang konsultan

HIV/AIDS

  di Bandung bersaksi dengan sangat yakin bahwa XAMthoneplus telah menyelamatkan 88 nyawa manusia, 9 diantaranya sudah masuk stadium AIDS.Kesaksian serupa juga diungkapkan oleh H. Ki Ageng S. Dewantara seorang therapist herbal yang berpraktik di Bali menegaskan bahwa selama dia menggunakan XAMthoneplus untuk para pasiennya yang

mengidap HIV/AIDS

, sudah 4 orang sembuh dan dibuktikan secara medis. Rata-rata masa proses menuju kesembuhannya di bawah 1 tahun. Mas Kurnadi juga dari Bali bersaksi tentang kehebatan XAMthoneplus menyembuhkan orang sakit HIV/AIDS. Seorang pemuda yang sudah putus harapan hidupnya karena usianya tinggal sebulan akibat

HIV/AIDS

. Setelah minum XAMthoneplus selama 1 tahun, sekarang pemuda tersebut hidup sehat dan panjang umur.

Kisah-kisah kesembuhan para penderita HIV/AIDS yang diceritakan kembali oleh orang-orang tersebut di atas, dan kesembuhan itu karena mengonsumsi XAMthoneplus bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Sejatinya kesembuhan-kesembuhan itu adalah karya penyelamatan Tuhan, campur tanganNya, mu’jizatNya dan cinta kasihNya yang begitu besar bagi manusia. Tuhan telah menghadirkan XAMthone plus untuk para penderita HIV/AIDS dan para penderita jantung, kanker payudara, kanker kelenjar getah bening, diabetes, stroke, stress, alzheimer, mystenia gravis, dll.

UNTUK INFO PRODUK DAN PEMESANAN KLIK DISINI

Anja Ulf
Tentang Anja Ulf 46 Articles
Sangat mudah untuk mengenal orang yang terbuka seperti Talitha Bansin, tetapi kebanyakan tahu bahwa di atas segalanya dia energik dan obyektif. Tentu saja dia juga blak-blakan, terhormat dan heroik, tetapi mereka kurang menonjol dan sering terjalin dengan obsesif juga . energinya, ada apa yang sering dia kagumi. Orang sering mengandalkan keterampilan organisasi dan organisasinya setiap kali mereka membutuhkan bantuan atau bantuan. Tidak ada yang sempurna tentu saja dan Talitha memiliki suasana hati yang busuk dan hari-hari juga. ketidakjujuran dan keegoisannya menimbulkan banyak masalah, sangat mengganggu orang lain. Untungnya, obyektivitasnya biasanya melunakkan yang terburuk.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*